PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Raja Ampat – Aksi damai yang dilakukan oleh mahasiswa, pemuda, dan masyarakat Pulau Gag pada Selasa, 21 April 2026 kemarin berakhir mengecewakan. Kedatangan Presiden Direktur PT GAG Nikel dan Direktur Utama PT Antam ke lokasi justru tidak disambut dengan dialog terbuka, melainkan sikap menghindar yang terkesan tidak menghargai warga setempat.
Puluhan masyarakat yang telah menunggu sejak pagi hingga sore hari dengan harapan dapat menyampaikan aspirasi langsung kepada pimpinan anak cabang BUMN tersebut, harus menelan kekecewaan mendalam.
Baca Juga:
PT Gag Nikel Dialog Terbuka Insan Pers dan LSM di Provinsi Papua Barat Daya
Alih-alih turun tangan mendengarkan keluhan warga, kedua pejabat tinggi perusahaan tersebut justru dikabarkan kabur secara diam-diam menggunakan speedboat menuju lapangan terbang (bandara) dan meninggalkan Pulau Gag tanpa sepatah kata pun.
"Kami datang dengan damai untuk meminta bertemu langsung, namun apa yang terjadi? Tidak ada itikad baik untuk berdialog, mereka justru menghindar dan kabur meninggalkan kami yang sudah menunggu berjam-jam," ungkap kekecewaan salah satu tokoh masyarakat.
Peristiwa ini dinilai sebagai bentuk ketidakpedulian dan penghinaan terhadap hak masyarakat untuk didengar suaranya di tanah sendiri.
Baca Juga:
PT Gag Nikel Kembali Meraih Penghargaan Subroto Award 2025, Kategori Program Pemberdayaan Masyarakat Terinovatif
Masyarakat Tegas: Tidak Akan Diam, Siap Eskalasi Aksi
Menanggapi tindakan yang dianggap tidak profesional dan tidak bertanggung jawab tersebut, Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Pulau Gag, Faisal J Umsero, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam.
"Ini bukan hanya mengecewakan, ini adalah bentuk tidak menghargai masyarakat di tanahnya sendiri. Kami tegaskan: Kami tidak takut, kami tidak akan diam, dan kami akan terus bersuara," tegas Faisal dalam keterangannya, kepada PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO di Raja Ampat.