PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kampung Mekarsari, Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, Selasa (28/7/2026).
Menindaklanjuti laporan warga, personel Polsek Bomberay langsung turun ke lokasi untuk memadamkan api dan mencegah penjalaran ke permukiman.
Baca Juga:
PT WKS Gelar Kuliah Umum Tingkatkan Kesadaran Antisipasi Karhutla Masyarakat
Titik api pertama kali terpantau sekitar pukul 11.00 WIT. Berdasarkan pemantauan di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh sisa bara api dari karhutla sehari sebelumnya di Kampung Pinang Agung. Cuaca panas dan angin kencang membuat bara menyala kembali dan memunculkan titik api baru.
Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak melalui Kapolsek Bomberay IPTU Aldin La Adi memimpin langsung personel di lapangan. Bersama Tim Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga, petugas melakukan pemadaman, memberikan imbauan, serta melakukan sterilisasi pada bara api yang masih menyala agar tidak memicu kebakaran susulan.
"Meski terkendala kondisi lahan gambut yang mudah terbakar, keterbatasan sumber air, dan akses menuju titik api yang sulit, personel bersama masyarakat tetap berupaya maksimal menahan laju api agar tidak masuk ke kawasan permukiman," ujar IPTU Aldin La Adi.
Baca Juga:
BPBD Aceh Barat Catat Luas Karhutla Meluas Menjadi 31,1 Hektare
Polisi dan Warga padamkan api di tengah keterbatasan akses dan peralatan
Hingga pukul 14.45 WIT, proses pemadaman dan pemantauan masih berlangsung. Personel Polsek Bomberay tetap siaga di lokasi untuk memastikan api tidak meluas. Warga juga diimbau agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran baru.
Selain menghanguskan hutan dan lahan, asap dari kebakaran mulai mengganggu aktivitas warga. Kualitas udara menurun dan berpotensi berdampak pada kesehatan, khususnya anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan.