Selain menghanguskan hutan dan lahan, asap pekat mulai meresahkan warga. Kualitas udara menurun dan berpotensi mengganggu kesehatan, terutama anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat penyakit pernapasan.
Menyikapi hal itu, Dandim menilai penanganan karhutla butuh langkah terpadu dari Pemerintah Daerah dan instansi terkait. Ia mendorong penambahan personel, penyediaan sarana prasarana pemadaman, serta mitigasi dampak asap.
Baca Juga:
Polsek Bomberay Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Kampung Wonodadi Mulia Fakfak
Dandim juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan segera melapor jika menemukan titik api.
"Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci utama agar karhutla dapat segera dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan maupun keselamatan warga," demikian Letkol Inf. Wahlin Rahman.
[Redaktur: Hotbert Purba]