Tom kemudian melontarkan pertanyaan yang menyentuh hati sekaligus teguran bagi seluruh pihak terkait. "Coba bayangkan apa yang akan terjadi seandainya kapal ini sampai kandas dan menabrak kawasan Pasir Timbul? Kerusakan yang ditimbulkan pasti sangat parah, dan dampaknya akan dirasakan oleh semua pihak, baik dari segi ekonomi maupun kelestarian alam," ujarnya.
Hal yang membuatnya lebih prihatin dan kecewa adalah kenyataan pahit yang dialaminya saat sedang berjuang mengatasi masalah tersebut. Ia menegaskan, sepanjang proses penanganan yang berlangsung cukup lama itu, tidak ada satu pun kapal atau petugas dari tempat penginapan dan tempat menginap lainnya di sepanjang wilayah Kri yang turun tangan memberikan bantuan, padahal jarak lokasi kapal berada hanya sekitar 500 meter dari tempat mereka berada dan beroperasi setiap hari.
Baca Juga:
Bermon Sauyai: Aturan Jelas, Dana Tersedia, Tapi Bangkai Kapal Tetap Dibiarkan Merusak Ekosistem
"Semua melihat dan tahu apa yang sedang terjadi, namun hanya diam dan membiarkan kami bekerja sendiri sampai bantuan dari tempat yang agak jauh baru akhirnya datang," tambahnya.
Kejadian ini kembali menegaskan betapa lemahnya rasa tanggung jawab bersama dan kepedulian sesama pengelola wisata dalam menjaga keselamatan serta keamanan wilayah yang sama-sama diandalkan sebagai sumber penghidupan seluruh masyarakat setempat.
[Redaktur: Hotbert Purba]