PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak - Di tanah Fakfak yang kaya akan keindahan alam, kita diingatkan bahwa setiap sudutnya adalah titipan yang harus dijaga. Namun, di balik pesona itu, persoalan sampah perlahan menjadi tantangan yang tak bisa diabaikan. Ia hadir di sekitar kita dan nyata.
Menunggu untuk disadari, dan lebih penting lagi, untuk diatasi bersama.
Baca Juga:
Tirta Asasta Depok Angkut 10 Ton Sampah dari Ciliwung, Tegaskan Komitmen Lingkungan
Melalui kepemimpinan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Fakfak, Ibu Lisa, sebuah langkah nyata telah dimulai. Program Dari Limbah Jadi Laba bukan sekadar wacana, melainkan gerakan yang hidup di tengah masyarakat.
Sebuah ajakan yang membumi, menyentuh kesadaran, sekaligus membuka peluang.
Baca Juga:
Dari Sungai ke Nilai Ekonomi: Transformasi Bank Sampah Kampung Tape Bersama PLN Electricity Services
Program ini mengajarkan kita melihat dengan cara yang berbeda. Bahwa limbah bukanlah akhir dari sebuah benda, melainkan awal dari kemungkinan baru.
Sampah yang selama ini kita abaikan, kini dipilah, dikelola, dan diolah menjadi sesuatu yang bernilai. Dari rumah ke rumah, dari komunitas ke komunitas, kesadaran itu perlahan tumbuh.
Di tangan yang peduli, botol bekas tak lagi sekadar plastik. Ia bisa menjadi karya. Sisa organik tak lagi terbuang sia-sia, melainkan kembali menyuburkan tanah.