PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak - Di tanah Fakfak yang kaya akan keindahan alam, kita diingatkan bahwa setiap sudutnya adalah titipan yang harus dijaga. Namun, di balik pesona itu, persoalan sampah perlahan menjadi tantangan yang tak bisa diabaikan. Ia hadir di sekitar kita dan nyata.
Menunggu untuk disadari, dan lebih penting lagi, untuk diatasi bersama.
Baca Juga:
Tirta Asasta Depok Angkut 10 Ton Sampah dari Ciliwung, Tegaskan Komitmen Lingkungan
Melalui kepemimpinan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Fakfak, Ibu Lisa, sebuah langkah nyata telah dimulai. Program Dari Limbah Jadi Laba bukan sekadar wacana, melainkan gerakan yang hidup di tengah masyarakat.
Sebuah ajakan yang membumi, menyentuh kesadaran, sekaligus membuka peluang.
Baca Juga:
Dari Sungai ke Nilai Ekonomi: Transformasi Bank Sampah Kampung Tape Bersama PLN Electricity Services
Program ini mengajarkan kita melihat dengan cara yang berbeda. Bahwa limbah bukanlah akhir dari sebuah benda, melainkan awal dari kemungkinan baru.
Sampah yang selama ini kita abaikan, kini dipilah, dikelola, dan diolah menjadi sesuatu yang bernilai. Dari rumah ke rumah, dari komunitas ke komunitas, kesadaran itu perlahan tumbuh.
Di tangan yang peduli, botol bekas tak lagi sekadar plastik. Ia bisa menjadi karya. Sisa organik tak lagi terbuang sia-sia, melainkan kembali menyuburkan tanah.
Dan lebih dari itu, lahir peluang ekonomi dengan tambahan penghasilan yang mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Inilah makna sejati dari “laba”. Bukan hanya soal uang, tetapi juga tentang lingkungan yang lebih bersih, kesehatan yang lebih terjaga, dan masa depan yang lebih pasti untuk generasi mendatang.
Program ini juga menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dari kesediaan kita untuk memilah sampah di rumah. Dari kemauan untuk tidak lagi membuang sembarangan. Dari kesadaran bahwa setiap tindakan kita memiliki dampak.
Apa yang telah dimulai hari ini oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Fakfak adalah benih harapan.
Namun, agar ia tumbuh dan memberi manfaat luas, dibutuhkan peran kita semua. Masyarakat bukan sekadar penonton, tetapi bagian penting dari gerakan ini.
Mari kita lanjutkan langkah ini bersama.
Mari kita jaga Fakfak tetap indah, bersih, dan bernilai.
Karena ketika kita mampu mengubah limbah menjadi laba, kita sejatinya sedang mengubah masa depan kita sendiri.
Penulis: Salem Alhamid, Sekjen LampuKita (Lembaga Amanah Pemberdayaan Usaha Kawasan Indonesia Timur Raya).
[Redaktur: Hotbert Purba]