Pemerintah Kabupaten Fakfak juga memberikan apresiasi tinggi atas peran Gereja Katolik dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Papua. Bupati menyebut Kabupaten Fakfak dikenal dengan filosofi “Satu Tungku Tiga Batu”.
“Nilai luhur ini mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk hidup saling menopang dalam damai dan persaudaraan,” katanya.
Baca Juga:
Alumni Don Bosco Fakfak Jadi Uskup: “Kami Jadi Seperti Sekarang Karena Guru”
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan salam hormat dari Wakil Bupati Fakfak, Donatus Nimbitkendik, yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas dinas di Jakarta dan sedang kurang sehat.
Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua diharapkan menjadi momentum untuk terus membangun Papua dengan semangat gotong royong, kasih, dan kolaborasi antara pemerintah, gereja, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Papua yang damai, maju, dan sejahtera.
[Redaktur: Hotbert Purba]
Baca Juga:
132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua, YPPK Fakfak Libur Dua Hari
Perayaan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua di Fakfak