Fachry menanggapi hal tersebut dengan serius, mengaku bahwa ia sendiri sering menemukan kasus buta huruf bahkan di lingkungan sekolah dalam kunjungannya ke berbagai wilayah.
"Buat saya Tingkat Tertinggi dari seni Berpolitik adalah Azaz Manfaat Buat Kemaslahatan orang Banyak bukan berdebat ini itu adu kepintaran tapi kemudian minim eksekusi nyata yang akhirnya unfaedah", tegasnya
Baca Juga:
Pemkab Simeulue Targetkan Jadi Lumbung Pangan Unggulan di Provinsi Aceh Tahun 2026
Sekretaris HMP-AP STIA Asy-Syafi’iyah, Nanda Holifa P Weripih, mengapresiasi kehadiran Fachry yang dinilai langka di kalangan wakil rakyat. Ia menyampaikan sejumlah program prioritas mahasiswa, seperti pembibitan bawang dan cabai, pengentasan buta huruf, pembangunan perpustakaan, serta inisiatif beasiswa untuk anak-anak Fakfak.
“Kami bersyukur karena ini pertama kalinya ada anggota DPR yang duduk langsung dan mendengar aspirasi kami. Semoga ini jadi awal kemitraan yang baik,” ucap Nanda.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata sinergi antara wakil rakyat dan mahasiswa dalam membangun Fakfak dari akar rumput, dengan harapan menciptakan perubahan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:
Mentan Sebut Konflik Global Jadi Berkah, Petani Indonesia “Pesta”
[Redaktur: Hotbert Purba]