PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak - Dalam rangka meningkatkan tata kelola perdagangan pala yang tertib, transparan, dan profesional serta menjaga reputasi dan daya saing Pala Tomandin sebagai komoditas unggulan daerah Kabupaten Fakfak, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak menggandeng Bank Papua Cabang Fakfak melaksanakan sosialisasi kemudahan pembayaran Retribusi Pala bagi Pedagang Grosir Antar Pulau melalui metode Virtual Account (VA), Rabu (18/2/26) di Rumah MPIG Rumah Pamer Display produk pala.
Kepala Bank Papua Cabang Fakfak yang diwakili oleh Yuli Patela, SE selaku Pemimpin Kredit Dana dan Jasa, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat penting dan tepat waktu karena sejalan dengan peluncuran produk layanan terbaru perbankan Bank Papua berupa sistem pembayaran menggunakan Virtual Account (VA).
Baca Juga:
Pemberitahuan Program Peminatan Pala Unggul 1.000 Ha, Perkuat Hilirisasi Komoditas Unggulan Daerah Fakfak
Ia menegaskan bahwa apabila sistem ini resmi diterapkan di Fakfak, maka retribusi pala menjadi yang pertama menggunakan metode pembayaran retribusi secara online berbasis VA.
Menurutnya, kehadiran sistem Virtual Account merupakan bentuk dukungan nyata Bank Papua dalam mendorong kemudahan transaksi dan percepatan pelayanan administrasi, khususnya dalam pembayaran retribusi pala.
Melalui VA, setiap pedagang akan memiliki nomor akun pembayaran khusus sehingga proses transaksi menjadi lebih cepat, aman, dan tercatat secara otomatis dalam sistem.
Baca Juga:
Pemkab Fakfak Terima Piagam Penetapan Festival Pesona Kota Pala Fakfak Berbasis HAKI Kekayaan Intelektual dan Indikasi Geografis Pala Tomandin Fakfak
Ia menjelaskan bahwa manfaat utama sistem ini adalah memberikan kemudahan akses pembayaran tanpa harus membawa uang tunai, meminimalisir kesalahan pencatatan, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penerimaan daerah. Selain itu, sistem dapat diakses melalui berbagai kanal perbankan seperti ATM, mobile banking, dan teller, sehingga mempermudah pedagang grosir antar pulau dalam memenuhi kewajiban pembayaran kapan saja dan dari mana saja.
Yuli Patela menegaskan bahwa Bank Papua siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan dan segera memproses untuk dapat berlaku dalam pembayaran retribusi pala di Fakfak.
Rumah MPIG Rumah Pamer Display produk pala
Dengan sistem pembayaran yang modern dan tertib, diharapkan distribusi pala berjalan lebih lancar, reputasi komoditas tetap terjaga, dan perekonomian daerah semakin berkembang.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan terobosan pelayanan yang sejak lama di tunggu-tunggu untuk memberikan kemudahan akses dalam menciptakan sistem pembayaran retribusi yang lebih sederhana, cepat, dan akuntabel serta dilakukan sendiri oleh pelaku usaha pala.
Ia menyampaikan bahwa retribusi pala selama ini telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun demikian, pembenahan sistem pembayaran tetap perlu dilakukan sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam menciptakan tata kelola perdagangan yang lebih tertib, transparan, dan profesional.
Menurutnya, mekanisme pembayaran melalui Virtual Account sangat perlu untuk mempercepat pelayanan administrasi, demikian juga meminimalisir hambatan birokrasi serta memberikan kepastian dan kenyamanan bagi para pedagang grosir antar pulau.
Sambungnya, dengan sistem yang lebih sederhana dan cepat ini, 8 (delapan) pelaku usaha pedagang besar dan grosir tidak lagi perlu antri di bank atau membawa surat tanda setoran secara manual, melainkan cukup menggunakan telepon genggam melalui layanan mobile banking sehingga proses pembayaran retribusi menjadi lebih efisien dan terkontrol.
Lebih lanjut, Kepala dinas mendorong para pedagang untuk terus meningkatkan standar mutu dan kualitas pala sesuai kebutuhan pasar nasional maupun internasional karena pedagang besar menjadi muara keluarnya produk Fakfak dalam perdagangan antar pulau.
Ia mengakui bahwa tantangan yang masih dihadapi antara lain praktik panen yang belum tepat waktu serta penanganan pascapanen yang belum optimal, yang berdampak pada kualitas produk.
“Kita harus menjaga reputasi Pala Tomandin sebagai produk unggulan daerah yang sejak lama dikenal memiliki kualitas terbaik. Reputasi ini adalah aset bersama yang harus kita rawat dengan sistem yang tertib, mutu yang terjaga, dan komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku usaha,” ujarnya.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha, diharapkan perdagangan pala Fakfak semakin maju, berdaya saing tinggi, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pekebun dan pelaku usaha.
Harapannya terbangun komitmen bersama dalam mewujudkan perdagangan pala yang berkelanjutan serta mampu menjaga nama baik Pala Tomandin di pasar nasional maupun internasional.
[Redaktur: Hotbert Purba]