PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak - Dalam keheningan yang sarat makna, umat Katolik di Paroki Santo Yosep Fakfak mengikuti perayaan Jumat Agung pada Jumat, 3 April 2026.
Ibadat yang menjadi bagian dari Tri Hari Suci ini berlangsung khidmat dan penuh penghayatan iman, dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong (KMS), Mgr. Hilarion Datus Lega, Pr., didampingi Pastor Paroki Santo Yosep Fakfak, Pastor Alex Fabianus.
Baca Juga:
Ribuan Umat Kristen Padati Kuburan Umum Pinangsori, Tapanuli Tengah, Rayakan Jumat Agung
Sejak awal perayaan, suasana duka Gereja terasa begitu kuat. Tidak ada lagu pembuka, tidak ada sapaan meriah. Imam bersama para petugas liturgi memasuki gereja dalam keheningan total, lalu bersujud di depan altar. Tindakan ini menjadi simbol kerendahan hati sekaligus ungkapan duka mendalam atas sengsara dan wafat Tuhan Yesus Kristus. Umat yang hadir pun larut dalam suasana tobat, hening, dan permenungan.
Ibadah perayaan Jumat Agung di Santo Yosep Fakfak.
Jumat Agung merupakan momen puncak untuk mengenangkan sengsara dan wafat Yesus di kayu salib sebagai wujud kasih Allah yang total bagi keselamatan manusia.
Baca Juga:
Polri Kawal Keamanan Jelang Paskah
Dalam perayaan ini, Gereja tidak sekadar mengenang sebuah peristiwa sejarah, tetapi mengajak umat untuk masuk dalam misteri penderitaan Kristus dan menemukan maknanya dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian ibadat dilanjutkan dengan Liturgi Sabda yang berpuncak pada pembacaan Kisah Sengsara Tuhan Yesus Kristus menurut Injil Yohanes (Yoh. 18:1–19:42).
Kisah yang dibawakan melalui pasio secara bergantian ini menghadirkan kembali detik-detik penderitaan Kristus, mulai dari penangkapan di Taman Getsemani, pengadilan, penyaliban, hingga wafat-Nya di kayu salib.