Kegiatan ini tidak hanya ajang promosi, tetapi juga ruang pembelajaran dan perluasan pasar bagi pelaku usaha lokal.
Tema TCEF 2026 dinilai selaras dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif.
Baca Juga:
Dolar Tembus Rp17.400/US$, Prabowo Panggil Gubernur BI
Sementara, Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono menegaskan TCEF merupakan kontribusi nyata Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah.
Festival ini menjadi ruang kolaborasi untuk menghubungkan UMKM, sektor pariwisata, komunitas kreatif, serta ekosistem keuangan dalam satu kesatuan yang saling menguatkan.
TCEF 2026 menghadirkan 25 UMKM hasil kurasi program 4th KASUARI (Kurasi, Pelatihan, dan Peningkatan Kapasitas UMKM Berdikari), terdiri dari 9 UMKM dari Provinsi Papua Barat dan 16 UMKM dari Provinsi Papua Barat Daya.
Baca Juga:
Peredaran Uang Melambat, BI Pastikan Likuiditas Tetap Terjaga
UMKM yang ditampilkan merupakan pelaku usaha unggulan yang telah melalui proses kurasi untuk meningkatkan kualitas produk, standarisasi, serta kesiapan memasuki pasar lebih luas.
Festival ini juga menampilkan UMKM dari sektor strategis, meliputi UMKM Desa Wisata, UMKM Pangan Lokal, UMKM Kriya Lokal, dan UMKM Kopi.
Kehadiran berbagai sektor tersebut memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai bagian dari rantai nilai pariwisata, sehingga memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat.