"Saya mengajak kita semua; jadikan momen ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan komitmen masa depan. Jaga persatuan, rawat toleransi, dan wujudkan Islam yang berkemajuan—yang mengajak pada ilmu, pekerjaan mulia, serta keadilan bagi seluruh anak Papua. Mari kita buktikan bahwa warisan leluhur adalah kekuatan kita membangun tanah air yang makmur dan beradab," ujar Mulyadi Djaya.
Semangat peringatan 666 tahun Islam masuk Papua ini turut diaktualisasikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Fakfak melalui penyelenggaraan Baitul Arqam pada 24–26 Juli 2026.
Baca Juga:
Gereja Katolik Fakfak Ajak Umat Sukseskan Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua, Jaga Keamanan dan Ketertiban
Agenda perkaderan ini digelar untuk mempererat tali persaudaraan serta mengukuhkan syiar dakwah Muhammadiyah di wilayah tersebut.
Guna memastikan mutu perkaderan, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerjunkan langsung tim instruktur yang terdiri dari Dian Indriyani (Wakil Rektor 2 Universitas Muhammadiyah Papua Barat, UMPB), sebagai Master of Training (MoT), Irmawan Alfi Hikayat sebagai Imam of Traning (IoT), dan M Irfan Islami sebagai Evaluator of Training (EoT).
Komitmen Muhammadiyah dalam membangun peradaban di Fakfak juga dibuktikan lewat penyiapan sumber daya manusia di bidang pendidikan.
Baca Juga:
Pemkab Fakfak Sambut Gubernur Papua dan Papua Barat Jelang Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua
“Hingga saat ini, PDM Kabupaten Fakfak telah mengelola 7 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di tingkat pendidikan dasar dan menengah. AUM tersebut meliputi: 3 Unit TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA), MI Muhammadiyah, MTs Muhammadiyah Tahfidz, MTs Muhammadiyah Seberang, dan MA Muhammadiyah Cendikia Onin Fakfak," ujar Karim Abdul Rohman, Ketua PDM Kabupaten Fakfak.
Melalui penguatan perkaderan dan pembinaan pendidikan, Muhammadiyah terus merawat warisan Islam di Fakfak agar tetap menjadi rahmat bagi seluruh masyarakat Papua. BA PDM Fakfak yang baru pertama kali dilaksanakan ini pun menjadi kado istimewa dari Muhammadiyah untuk peringatan 666 tahun masuknya Islam ke Papua.
[Redaktur: Hotbert Purba]