PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak – Kepala Kampung Goras Syamsudin Napitupulu menyatakan dukungan terhadap rencana investasi perkebunan kelapa sawit di Distrik Bomberay dan Tomage, Kabupaten Fakfak. Ia berharap Kampung Goras dipertimbangkan sebagai lokasi alternatif pengembangan jetty bongkar muat logistik dan jetty Crude Palm Oil.
"Kami menyambut baik rencana investasi yang masuk ke wilayah Bomberay dan Tomage. Harapan kami, Kampung Goras dapat menjadi salah satu alternatif lokasi pengembangan jetty bongkar muat maupun jetty CPO karena memiliki posisi yang strategis dan didukung potensi wilayah laut yang berada di kawasan muara," ujar Syamsudin.
Baca Juga:
10 Perusahaan CPO Diduga Underinvoicing, Purbaya Tunggu Hasil Investigasi Kejagung
Menurut Syamsudin, Kampung Goras memiliki posisi strategis karena berada di kawasan muara dengan akses langsung ke wilayah perairan. Lokasi ini dinilai berpotensi mendukung aktivitas transportasi laut dan distribusi hasil perkebunan.
Ia menambahkan, jika infrastruktur pendukung tersebut dikembangkan, manfaatnya tidak hanya dirasakan perusahaan. Masyarakat juga akan mendapat peningkatan akses transportasi, tumbuhnya aktivitas ekonomi baru, terbukanya peluang usaha, serta meningkatnya kesempatan kerja bagi warga setempat.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak Widhi Asmoro Jati menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat Kampung Goras. Saat ini Direktur Teknis bersama tim yang bekerja sama dengan PT STM Agro Energi sedang melakukan survei teknis lapangan di tiga titik potensial: Kali Handak Otoweri, Kali Tesha, dan Muara Goras.
Baca Juga:
Perkuat Mandatory ISPO dan Program B50, Fakfak Ikut Bimtek Auditor ISPO Bersama 45 Peserta Se-Indonesia
"Survei ini bertujuan untuk melihat tingkat kesesuaian lokasi dari berbagai aspek teknis, termasuk kondisi perairan, kedalaman alur, aksesibilitas, karakteristik muara, serta potensi pengembangan fasilitas bongkar muat dan jetty CPO di masa mendatang," jelas Widhi.
Widhi menegaskan penentuan lokasi jetty bongkar muat maupun jetty CPO tidak dapat dilakukan sepihak. Penetapan harus melalui kajian komprehensif yang mempertimbangkan kondisi perairan, kedalaman alur pelayaran, karakteristik muara, aksesibilitas darat dan laut, aspek keselamatan pelayaran, dampak lingkungan, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
"Kami mengapresiasi dukungan dan masukan yang disampaikan oleh Kepala Kampung Goras. Aspirasi tersebut menjadi bagian dari informasi penting yang akan dihimpun dalam proses survei dan kajian teknis. Semua lokasi yang disurvei akan dinilai secara objektif," ujarnya.
Widhi menegaskan Pemerintah Kabupaten Fakfak berkomitmen mengawal setiap investasi yang masuk agar sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Investasi harus menghormati hak-hak masyarakat adat, menjaga kelestarian lingkungan, serta memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, investasi berkualitas harus mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan perlindungan sumber daya alam. Seluruh tahapan perencanaan dan pengambilan keputusan akan dilakukan secara transparan, partisipatif, dan berdasarkan hasil kajian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan survei teknis yang berlangsung, Pemkab Fakfak berharap potensi kawasan Bomberay dan Tomage dapat terpetakan menyeluruh sebagai dasar pengembangan investasi perkebunan sawit berkelanjutan serta pembangunan infrastruktur strategis yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
[Redaktur: Hotbert Purba]