PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO,Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak memperkuat branding sebagai daerah ramah investasi lewat observasi lapangan rencana investasi sawit di kawasan Bomberay–Tomage. Lima Direktur Operasional teknis bersama PT STM Agro Energi melakukan penjajakan kerja sama sekaligus asesmen kondisi lapangan sebelum tahap investasi dilanjutkan.
Bupati Fakfak Samaun Dahlan menyatakan dukungan penuh terhadap proses observasi dan pemutakhiran data ini. “Pemerintah daerah terus berkomitmen mendorong investasi sesuai branding Fakfak sebagai daerah yang ramah investasi, namun tetap mengedepankan hak masyarakat adat, keberlanjutan lingkungan, dan kepastian manfaat bagi masyarakat,” ujar Samaun Dahlan.
Baca Juga:
Heppy Trenggono: Sawit Indonesia, Jangan Salah Sasaran
Tinjau pabrik, embung, hingga tapal batas
Observasi dilakukan di sejumlah titik strategis pengembangan kawasan investasi terpadu. Tim meninjau Pabrik RSP untuk melihat kesiapan fasilitas produksi, embung air untuk analisis tata air dan distribusi, serta lahan potensial sawit dan kebun plasma RSP.
Observasi Investasi Sawit, tampak Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak menjelaskan, luas areal APL yang dimohonkan sekitar 15.080,53 hektare.
Baca Juga:
Prabowo Dorong Penanaman Sawit di Papua untuk Produksi BBM Nasional Baru
Lokasi lain yang dikunjungi meliputi wilayah tapal batas, Sungai Otoweri dan Thesha di Bomberay–Tomage. Peninjauan juga difokuskan pada rencana pengembangan pelabuhan CPO guna mendukung konektivitas distribusi hasil produksi. Analisis teknis terkait kesiapan lahan, sistem tata air, serta akses pelabuhan terus diperdalam agar investasi berjalan efektif dan berkelanjutan.
Prinsip keberlanjutan jadi perhatian utama
Direktur ST International Corp. Kim Hyo Yeol menyebut observasi lapangan tahap penting sebelum investasi masuk pengembangan lebih luas. “Kami ingin memastikan rencana investasi ini dibangun di atas data lapangan yang akurat, kesiapan infrastruktur, dan harmonisasi dengan hak-hak masyarakat adat,” katanya.