"Saya masih ingat sekali, ujian kan waktu dimulai sekitar pukul 07:00 Wib, jadi 30 menit sebelumnya peserta harus sudah siap-siap. Awalnya laptop sewaan itu lancar gak ada masalah. Namun, sekitar pukul 07:00 lebih laptop itu sempat blank. Saya sempat panik, akhirnya saya restart ulang beberapa kali dan alhamdulilah lancar sampai ujian selesai," ujarnya.
Menurut Abimanyu, dari informasi yang diperoleh dari orang tuanya laptop tersebut disewa seharga Rp50 ribu.
Baca Juga:
Mahasiswi UNY Rizka Amalia Rah Fitra Kembangkan Camilan Sehat Anak dari Ubi Ungu
"Pas ngambil laptop di tempat sewaan kan saya ikut. Kondisinya normal semua saat diambil. Tapi paginya saat saya pakai sebelum ujian tiba-tiba sempat blank. Tapi ya alhamdulilah lancar sampai akhir ujian. Kalau gak salah laptop itu disewa Rp 50 ribu," kenangnya.
Tak hanya itu, perjuangannya agar bisa lolos di PTN tahun ini tidak lah mudah. Dirinya harus rajin belajar siang dan malam. Belajar tersebut diiringinya dengan ibadah.
Ketekunannya dalam belajar dan berdoa itu akhirnya berbuah manis hingga diterima di UNY.
Baca Juga:
Fokus Pada Layanan Perbankan untuk Sektor Edukasi, Bank Muamalat Gandeng UNS dan UNY
"Saya sempat ikut tes jalur mandiri sekitar 10 kali PTN tahun 2026 ini seperti di UNDIP, UNY, UNS, UNTIDAR dan UNNES dll. Tujuh kali tidak lolos dan tiga kali alhamdulilah lolos.
Saya waktu itu diterima di UNNES dan UNTIDAR tapi gak saya ambil karena berbagai macam pertimbangan," terangnya.
Dirinya mengaku bangga bisa menjadi bagian dari ribuan mahasiswa baru yang diterima di UNY tahun ini.
"Ya banggalah bisa masuk UNY persaingannya kan ketat," ungkapnya.