PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak - Nuansa penguatan listrik desa (Lisdes) mengemuka menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Fakfak. Dengan cakupan pelayanan listrik yang menjangkau sekian banyak desa, PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Fakfak memastikan pasokan listrik tetap aman dan andal selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, termasuk bagi masyarakat di wilayah-wilayah desa.
“PLN ULP Fakfak memastikan pasokan listrik tetap lancar dan stabil selama Nataru,” kata Muh Rizal Ariyanto di Fakfak, Senin (23/12/2024).
Baca Juga:
Listrik Sering Padam, Warga Sukamakmur Keluhkan Pelayanan PLN Subulussalam
Kata dia, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan untuk menjamin kebutuhan listrik masyarakat, terutama di lokasi-lokasi strategis seperti tempat ibadah, pusat perayaan, dan fasilitas umum.
Pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan tidak ada gangguan selama Natal dan Tahun Baru.
"Tim siaga kami akan bekerja 24 jam untuk mengatasi potensi gangguan dan menjaga pasokan listrik tetap aman,” ucapnya.
Baca Juga:
Dukung Timnas Indonesia di AFC Futsal Asian Cup 2026, PLN Siagakan Sistem Kelistrikan Berlapis di Indonesia Arena GBK
PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Fakfak memberikan perhatian khusus pada tempat-tempat ibadah dan lokasi perayaan Natal.
“Kami pastikan segala kegiatan masyarakat, termasuk ibadah Natal dan perayaan pergantian tahun, dapat berlangsung tanpa gangguan listrik,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara bijak.
Sambungnya, pihaknya meminta masyarakat untuk tidak menggunakan listrik secara berlebihan agar pasokan tetap stabil dan tidak terjadi beban berlebih.
Mendukung kenyamanan pelanggan, PLN ULP Fakfak menyediakan layanan pengaduan 24 jam melalui aplikasi PLN Mobile dan hotline pelanggan.
Dengan berbagai persiapan ini, PLN berkomitmen mendukung kelancaran perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Fakfak.
“Semoga masyarakat Fakfak dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, dan tanpa gangguan listrik,” Muh Rizal Ariyanto mengakhiri.
[Redaktur: Hotbert Purba]