"Kepada seluruh umat Katolik di Kabupaten Fakfak, saya mengimbau agar kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Mari kita terus bergotong royong serta mendukung peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua sebagai wujud kebersamaan dan toleransi yang telah lama menjadi nilai hidup masyarakat Fakfak," ungkapnya.
Ia menambahkan peringatan tersebut hendaknya menjadi kesempatan mempererat tali persaudaraan.
Baca Juga:
Merawat Syiar dalam Rangka Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua di Fakfak
"Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua hendaknya menjadi momentum untuk semakin mempererat tali persaudaraan. Mari kita hadir bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai saudara yang ikut menjaga suasana tetap aman, damai, dan penuh sukacita," katanya.
Lebih lanjut, Pastor Alex mengajak umat Katolik menjadi teladan dalam membangun kehidupan harmonis melalui tindakan nyata. Kehadiran Gereja, katanya, tidak hanya melalui pelayanan rohani, tetapi juga keterlibatan aktif membangun masyarakat yang damai, adil, dan saling menghormati.
Ia berharap umat mendukung kelancaran kegiatan, menjaga ketertiban, serta menghindari penyebaran informasi yang dapat memecah persatuan.
Baca Juga:
Polres Fakfak Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Puncak 666 Tahun Islam Masuk Papua, 214 Personel Disiagakan
Warisan Leluhur yang Harus Dirawat
Menurut Pastor Alex, sejarah panjang perjalanan agama-agama di Papua merupakan kekayaan budaya dan identitas masyarakat yang patut dihormati. Menghargai sejarah tidak mengurangi identitas iman, melainkan menunjukkan kedewasaan hidup berdampingan sebagai sesama anak bangsa.
Semangat itu sejalan dengan ajaran Gereja Katolik yang mendorong persaudaraan universal, memperjuangkan perdamaian, dan bekerja sama demi kebaikan bersama.