“Isu ketahanan pangan yang dikaitkan dengan penanganan bencana menunjukkan bahwa publik kini lebih kritis dan konstruktif. Mereka mendorong agar bantuan benar-benar sampai ke masyarakat terdampak, terutama kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, dan layanan kesehatan,” ujar Ami Kamiludin.
Ia menjelaskan, narasi ketahanan pangan bangkit yang menguat di media sosial ini mencerminkan harapan publik agar penanganan bencana tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berkelanjutan.
Baca Juga:
Ingin Generasi Berkarakter di Era Digital, DWP Kota Gunungsitoli Beri Edukasi Bijak Bermedsos ke Pelajar
"Ketahanan pangan dinilai menjadi pondasi penting dalam proses pemulihan, khususnya bagi wilayah yang terdampak langsung," terangnya.
Ami Kamiludin menegaskan, dengan meningkatnya perhatian warganet, isu ketepatan dan kecepatan bantuan menjadi sorotan utama.
"Publik berharap langkah-langkah yang diambil pemerintah, termasuk melalui peran Menko Pangan, dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak dan memperkuat ketahanan pangan nasional ke depan," demikian Ami Kamiludin.
Baca Juga:
Hotman Paris Jadi Pengacara Febrie, Unggahan Menohok Frank Hutapea Jadi Sorotan
[Redaktur: Hotbert Purba]