"Karena korban tidak mengakui korban dipukul salah seorang terduga pelaku dan disusul oleh teman yang lainnya. Alat yang digunakan pipa pralon, ada juga menyundutkan rokok, sempat korban dilindas sepeda motor dan sepeda motornya sudah kami amankan sebagai barang bukti," pungkas Mirza.
Sementara orang tua korban Sugeng Riyanto mengaku jika pada Selasa malam itu anaknya dijemput oleh terduga pelaku dirumah.
Baca Juga:
USHP FH Universitas Janabadra Gelar "Living Law", Bedah Konflik Kedaulatan Masyarakat Adat dan Korporasi
"Pada Selasa 14 April sekitar pukul 21.30 WIB saya dan kakak korban hendak tidur. Lantas datang orang yang memakai sepeda motor dan menjemput anak saya," ujarnya.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, saat itu korban dijemput dirumahnya dengan membonceng motor salah satu pelaku. Korbam diajak ke sebuah lapangan.yang tak terlalu jauh dari rumahnya.
Sesampainya di lokasi tersebut, korban kembali dibawa ke tempat lain lagi di kawasan Pandak, Bantul. Dilokasi tersebut pelaku lainnya sudah menunggu korban.
Baca Juga:
Tahun Depan Tol RI Tambah Panjang Lagi 308,7 Km, Bakal Tembus Yogya & Kediri
Disana korban sempat ditanya oleh para pelaku apakah masuk dalam sebuah genk. Korban mengaku tidak masuk dalam sebuah genk.
Diduga merasa tak puas dengan jawaban korban, kelompok remaja itu mulai menghajar korban secara membabi buta. Ada yang memukuli korban dengan tangan kosong. Ada pula yang mengajar korban dengan alat-alat seperti selang, paralon, menyundut rokok, hingga melindas tubuh korban menggunakan sepeda motor.
[Redaktur: Hotbert Purba]