PAPUA-BARAT.WAHANANEWS.CO, Fakfak - Hadirkan PSN di Fakfak sejak masa kepemimpinan Mantan Bupati Fakfak, Mohammad Uswanas kemudian berlanjut ke masa kepemimpinan Samaun Dahlan bukan tidak mungkin atas gigih dan perjuangan keras seorang Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia.
Pihaknya kerap setiap liburan ke Fakfak selalu terinspirasi bahwa suatu ketika telah pensiun dari panggung nasional maka yang menjadi kenang-kenangan untuk kampungnya sendiri di Fakfak paling tidak ada PSN yang berhasil dibangun sebagai bagian dari tanggungjawab morilnya terhadap Kabupaten Fakfak tercinta serta generasi penerus.
Baca Juga:
Alih Fungsi Sawah Diperketat, Pemerintah Ancam Sanksi Pidana hingga 5 Tahun Penjara
Bukan tanpa alasan, sejumlah PSN besar harus diarahkan ke Kabupaten Fakfak sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo sampai Presiden Prabowo Subianto. Kedua pemimpin negara ini dalam catatan mereka terkait prioritas pembangunan negara ini paling tidak ada nama daerah yang sangat unik di tanah ini yaitu Kabupaten Fakfak menjadi salah satu daerah yang menjadi prioritas.
Ditangan Bupati Fakfak Samaun Dahlan sebelumnya digaungkan sejak masa kepemimpinan Mantan Bupati Fakfak Mohammad Uswanas. Bahlil selalu tegaskan bahwa tidak ada alasan lain untuk mendorong PSN masuk di Kabupaten Fakfak kalau bukan terkait dengan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Fakfak menjadi bagian dari NKRI yang mana dalam sejarahnya melahirkan banyak tokoh-tokoh penting di Republik ini dan telah memiliki konstribusi nyata kepada bangsa dan negara tercinta.
Baca Juga:
50 Proyek Tol Masuk PSN Prabowo, 15 Ruas Ini Dikebut
Sejumlah PSN yang digulirkan ke Fakfak seperti, Pembangunan Bandara Siboru Fakfak yang telah diresmikan Presiden Jokowi November 2023 lalu, Pasar Rakyat Thumburuni Fakfak diresmikan 16 November 2025 oleh Menteri ESDM. Bahlil Lahadalia. Kemudian juga paket pekerjaan akses jalan baru Fakfak – Bandara yang mana tahap pekerjaanya sedang dilaksanakan, Selain terkait dengan Investasi Kelapa Sawit di Wilayah Tomage dan Bomberay dan yang menjadi fokus saat ini adalah Pembangunan Pabrik Pupuk Fakfak yang telah dipersiapkan selama ini.
Dimasa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Fakfak Samaun Dahlan dan Donatus Nimbitkendik, proyek ini kian menunjukkan progress yang sangat menjanjikan. Bupati Samaun Dahlan beberapa hari kemarin menghadiri pertemuan bersama lintas kementerian di Jakarta.
Mereka membahas tindak lanjut rencana pembangunan Pabrik Pupuk di Fakfak-Papua Barat. Bupati sangat proaktif menyambut baik setiap permintaan kelengkapan administrasi maupun tugas pemerintah daerah lainya yang setiap saat diminta pihak Pupuk Kaltim jika diperlukan. Bertempat di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, 3 April 2026 kemarin, Bupati Fakfak menghadiri pertemuan lintas Kementerian membahas beberapa agenda PSN Daerah di Tanah air. Salah satu yang dibahas sebagai tindak lanjut pertemuan 6 Februari 2026 lalu adalah persoalan pembangunan Pabrik Pupuk di Kabupaten Fakfak – Papua Barat.
Bupati sangat proaktif dalam mendorong percepatan pembangunan PSN dimksud. Adapun isi dari pembahasan rapat di Kementerian Perekonomian tersebut mengenai waktu pelaksanaan pembangunan Pabrik Pupuk Fakfak, Pihak PKT mengakui semua persiapan telah dilakukan untuk target 2029, terkahir menunggu SKB 3 Kementerian yang menjadi dasar pemindahan lokasi dari Fior ke Tomage.
Pada rapat tersebut juga Kemenko Perekonomian menyampaikan, pemerintah Kabupaten Fakfak sudah sangat koperatif memberikan dukungan bersama-sama dengan masyarakat, karena itu, dengan dukungan tersebut diharapkan proses terbitnya SKB (Surat Keputusan Bersama) perlu di laksanakan dalam waktu dekat.
Pemindahan lokasi Pabrik Pupuk juga sudah melalu kajian secara menyeluruh dengan berbagai pendekatan sehingga langkah pemindahan lokasi ini bagian dari percepatan penyelesaian PSN di Fakfak, bagi pemerintah pusat untuk pembangunan Pabrik Pupuk Fakfak hingga saat ini masih On Scehedule dan pada rapat sebelumnya telah disetujui sehingga menanti diterbitkanya SKB bersama 3 Kementerian setelah semua syarat baik teknis maupun administrasi terpenuhi.
Diketahui, Pembangunan Kawasan Industri Pupuk (KIP) Fakfak di Papua Barat merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp28,4 triliun - Rp30 triliun yang diinisiasi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk mendukung food estate Merauke.
Proyek ini ditargetkan beroperasi 2028 dengan kapasitas 1,15 juta ton urea/tahun, Pabrik ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan nasional dan efisiensi logistik pupuk di Indonesia Timur. Kapasitas produksinya direncanakan mencapai 1.150.000 ton pupuk urea dan 825.000 ton amonia per tahun.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto fokus mempercepat hilirisasi nasional dengan menetapkan puluhan Proyek Strategis Nasional (PSN) baru untuk periode 2025-2029, di mana Kementerian ESDM menindaklanjuti lebih dari 20 proyek hilirisasi sektor mineral dan energi (khususnya nikel, tembaga, bauksit, dan migas).
Kedua puluh PSN Hilirisasi tersebut. Salah satu diantaranya adalah PSN Pabrik Pupuk Fakfak-Papua Barat. ini merupakan sinyal agar pekerjaan PSN Pabrik Pupuk Fakfak yang rencana lokasinya beralih ke Tomage segera dibangun.
[Redaktur: Hotbert Purba]